Posts Tagged ‘Rumah compact’

Desain Rumah Compact Tipe PARAS di Lahan 3,5x10m2

Posted 14 Oct 2010 — by aguscwid
Category Artikel, Review Desain

Punya tanah sempit berukuran 3,5×10 m2? tipe “PARAS” menjadi sketsa yang coba saya buat dengan menerapkan konsep rumah compact dan sederhana. Ketika saya coba menyelami penataan ruangan yang akan dibuat, maka konstruksi 3  lantai menjadi  ide awal untuk menyusun tata ruang rumah ini. Namun ketika semuanya, tertata. Pertanyaan kepada diri saya sendiri, gimana ya cara memasukan furniture/perabotan ke tiap lantainya? atau barang lainnya :bingung .  Kadang kita melupakan point seperti ini. :)  untuk menjawab ini saya coba meletakkan ruang lift namun bersifat optional (bila diperlukan aja), namun space ini bisa berfungsi sebagai sirkulasi udara dan cahaya. Read More

aguscwid

Hai, saya Agus Cahyono. Full Time Blogger, House Designer & Sketchup Artist. "Tetaplah Bersahaja&Kreatif"™

More Posts - Website - Twitter - Facebook

Rumah Sederhana Tipe Landungsari di lahan #7×6,5m2(Sundari)

Posted 20 Jul 2010 — by aguscwid
Category Review Desain, Rumah Tinggal

Membangun rumah di lahan kecil memang menjadi tantangan tersendiri bagi kita yang mendambakan rumah yang nyaman. Di lahan yang relatif kecil berukuran 7×6,5 m2 milik mbak Sundari, saya coba membuat rumah simple dan compact yang selain bertemakan  konsep minimalis juga mengusung  konsep rumah tumbuh. Read More

aguscwid

Hai, saya Agus Cahyono. Full Time Blogger, House Designer & Sketchup Artist. "Tetaplah Bersahaja&Kreatif"™

More Posts - Website - Twitter - Facebook

Penutup Carport Rumahku

Posted 08 Apr 2009 — by aguscahyono
Category Artikel

Akhirnya selesai juga penutup carport rumahku. penutup atap carport ini berukuran 3 x 5 m2 mampu diselesaikan dalam kurun waktu 2 minggu 3 hari.


Saya memilih menggunakan material kayu daripada menggunakan besi, dengan pertimbangan anggaran yang saya punya. Harga di pasaran saat ini untuk sebuah pekerjaan penutup carport (awning) dari bahan besi (wilayah malang) adalah Rp. 300.000 s/d Rp. 500.000,- tergantung model dan pemilihan penutup atap. Kebetulan saya hanya menghabiskan Rp. 195.000 per m2 dengan menggunakan kayu jenis kembang (kayu jawa) dan material penutup atap dari bahan fiber yang relatif murah (no merk) yang saya beli hanya Rp. 25.000 per m’ . Kualitas bahan penutup ini sedikit mengecewakan karena selain tipis, bahan ini sangat rentan terhadap suhu, sehingga permukaannya mudah mengkerut dan mengencang.

Model? tidak ada yang istemewa dari desain awning ini. Saya hanya coba menyelaraskan dengan fasad rumah yang ada. Aksesoris kayu-kayu yang ditata secara horisontal sebetulnya mengikuti pasangan batu sisir yang sudah ada fasad rumah, sehingga ada kesinambungan tema rumah. Penutup atapnya saya cat berselang seling, dengan harapan adanya kesan bayangan gelap terang di siang hari. Ide ini lewat begitu saja dalam pikiran saya. Hasilnya? seperti yang saya harapkan. Syukurlah.


Warna ? saya sangat menyukai kombinasi warna hitam dan putih, yang menurut saya lebih mendekati dengan kesan natural (warna batu), kesan kuat dan kokoh. Namun anggapan ini bersifat subyek karena tiap orang berbeda menafsirkannya. Hanya komposisi warna yang tepat menghasilkan penafsiran yang kita harapkan. Bagaimana kita tahu itu tepat? anda jawab sendiri

Bagaimanapun secara umum, saya puas dengan hasil pekerjaan saya, baik desain dan anggaran yang saya rencanakan.Semoga pengalaman saya ini bermanfaat.