Buat Mas Andri yang baru membeli rumah sekon, berikut saya desainkan denah untuk rumah Mas Andri yang berdiri di lahan 7×19 m2. Sesuai dengan permintaan Mas Andri, rumah ini terdiri dari 3 kamar mandi (namun saya tambah satu ruang) dan kamar mandi sebanyak dua buah.
Sirkulasi udara dan cahaya di Kamar Tidur Utama haruslah mendapat perhatian yang lebih karena dibelakangnya adalah area service (dapur, km/wc,dll) oleh karena itu bukaan berupa taman kecil sangat membantu untuk kepentingan ini.
Kamar Mandi/WC lantai satu sengaja saya letakan di luar bangunan untuk mengurangi kelembaban di dalam bangunan. Namun dalam keadaan tertentu memang sulit menghindari perletakan KM/WC di dalam bangunan akibat kavling yang kecil.
Ruang Keluarga dan Ruang Makan sengaja dijadikan dalam satu area untuk memberi kesan lapang dan luas serta dihadapkan pada taman di belakang rumah.
Posisi tangga dengan model U diletakan tersendiri di belakang Ruang Tamu dan didepan ruang keluarga, untuk memudahkan dan mendekatkan akses penghuni kel lantai dua.
Dilantai dua terakomodasi Kamar Tidur Anak dan satu KM/WC yang saya letakan di belakang berdampingan dengan jemuran. Agar Orang tua tetap dapat mengawasi aktifitas anak-anaknya di lantai dua diperlukan lubang (vide) yang menghubungkan antara lantai satu dan dua.
Semoga bermanfaat. Terima kasih buat Mas Andri
Penjualan rumah dengan tipe dan luas tanah kecil telah menjadi hal yang biasa terjadi dalam perkembangan properti di indonesia. Semakin mahalnya ketersediaan lahan dan harga bahan bangunan yang terus meningkat serta rendahnya kemampuan konsumen menjangkau harga rumah, membuat para developer harus berpikir keras membuat luas tanah dan bangunan menjadi lebih kecil agar harganya terjangkau para konsumen.

Lahan dengan kategori lahan kecil umumnya memiliki luas di bawah 100 m2 atau dengan kisaran harga pembelian 50 s/d 70 juta (estimasi). Luasan tanah seperti ini lahan efektif yang bisa dibangun adalah sekitar 80% atau maksimal tipe 80 m2. Biasanya komposisi ruangannya teridiri dari r.tamu, 2 s/d 3 kamar tidur, 1 kamarmandi+toilet, dapur (kadang dapur tidak direncanakan), ruang keluarga yang dijadikan satu fungsi dengan ruang makan. Komposisi ini dipastikan sangat kurang bagi para pemilik dengan jumlah anggota keluarga lebih banyak. Oleh karena itu, renovasi dan pengembangan denah menjadi opsi yang tidak terelakkan seiring dengan kebutuhan ruangan dari si pemilik.
Saya ingin mengangkat tema pengembangan denah pada tipe 40 m2 yang secara umum tipe ini hanya terdiri dari 2 kamar tidur, 1 Km+WC, dapur (optional, kadang tidak direncanakan), ruang tamu dan ruang keluarga/makan. Sebelum saya lanjutkan, saya perlu mengingatkan adalah penting bagi kita untuk merencanakan dan memilih rumah dengan konsep /model rumah tumbuh di awal pembelian rumah kita karena dengan begitu akan mengurangi cost pengembangan pada saatnya nanti. Desain pengembangan yang saya lakukan teridiri dari :
- Kamar tidur depan pada denah asal digunakan sebagai area tangga utama (akses utama ke lantai dua), dan memindah kamar tersebut ke lantai dua.
- Kamar mandi/WC di lantai dua untuk memenuhi kebutuhan penghuni di lantai dua.
- Dapur tetap dipertahankan.
- Tempat jemur yang diakses melalui tangga putar di belakang rumah yang diletakkan di samping tempat cuci.
- Ukuran kamar tidur utama diperluas dengan membongkar tembok belakang dan memindah jendela menghadap ke arah tempat cuci, untuk mengurangi pengaruh lembab pada kamar ini dibuatkan bukaan berupa taman. Bukaan ini sekaligus berfungsi untuk sirkulasi udara
- Perluasan dan perubahan fungsi teras menjadi ruang tamu terbuka, ini tidak harus didesain seperti ini karena ada yang tidak senang dengan konsep ini.
- Ruang televisi yang biasanya menjadi bagian dari ruang keluarga menjadi kebutuhan wajib dan diletakan di lantai dua, sayangnya ruang keluarga pada denah asal harus rela menjadi ruang makan karena sebelumnya fungsi ini tidak ada karena kurangnya space.

Sesungguhnya banyak konsep yang bisa kita kembangkan dalam sebuah pengembangan rumah, yang penting pemilik mengetahui apa yang diperlukan atau ruangan apa yang nantinya dibutuhkan. Jadi tidak asal mengembangkan saja. Jika kita hendak membeli sebuah rumah cobalah untuk memilih konsep/rumah tumbuh dengan pertimbangan adanya renovasi di kemudian hari.
Semoga bermanfaat.

Ditengah maraknya kontes SEO joko susilo, saya coba membuat sketsa mengenai sebuah rumah tinggal dan kost. Saya pikir membangun dan berinvestasi rumah tinggal yang didalamnya terdapat fungsi rumah kost akan tetap menjadi opsi bisnis yang menarik, terutama bila kita menetap di daerah yang dekat dengan kampus.
Saya desain di atas lahan berukuran 12×27 m2. Zona hunian kost dengan jumlah 6 kamar berukuran 3×2.93 m2, saya rencanakan di belakang rumah utama tidak seperti pada desain saya sebelumnya. Read More
Posted 23 Jun 2009 — by aguscwid
Category Artikel
“Butuh 700 ribu unit, tersedia 100 ribu” itulah judul yang di tampilkan Harian Jawa Pos di halaman Laporan Khusus Properti & Bahan Bangunan tanggal 23 Juni 2009 kemarin. Judul ini menarik perhatian saya karena ternyata yang dimaksud adalah kebutuhan perumahan di indonesia setidaknya diperlukan adalah 700 ribu unit sedangkan 20 % yang dapat dibangun. Saya tidak tahu apakah anda setuju dengan saya kalau data ini mengisyaratkan adanya ceruk bisnis yang sangat tinggi bagi pemasok bahan bangunan tidak terkecuali para developer rumah tinggal. Anda tertarik?
Read More
Stop dreaming start action adalah jargon yang sudah tidak asing bagi lagi saya, karena jargon ini digembar-gemborkan oleh mas joko susilo (jokosusilo.com). Saya sendiri juga rutin mengikuti blog milik dari mas joko susilo. Semula saya tidak perhatian dengan ide stop dreaming start action karena agak sulit saya menjabarkan jargon ini dalam kerangka berpikir saya. Namun hati saya gatal untuk berkomentar karena saat ini menjadi tema dalam Kontes SEO ala jokosusilo.com. Berhadiah total 25 juta! rruarrrrr biasa!. Sayangnya saya masih awam dalam bidang teknik SEO, namun kontes SEO ini, saya anggap sebagai media pembelajaran saya.
Bagi saya kita harus punya mimpi, kita harus punya cita-cita, harapan, angan-angan karena inilah kekuatan semangat kita untuk bekerja, namun saya setuju semuanya sia-sia bila tanpa tindakan. Anda berpikir saya tidak setuju dengan ide stop dreaming ?
Tunggu dulu.
Saya berpendapat bahwa dalam ulasan mas joko susilo, beliaupun tidak menyuruh kita tidak bermimpi namun hanya mengatakan “sudahi mimp-mimpi anda dan mulai bertindak agar bisnis menjadi besar.” kata “sudahi” dalam pemahaman saya kata yang dipilih bukan “jangan” yang artinya mas joko susilo mungkin ingin mengatakan silahkan anda bermimpi, namun sudahi mimpi anda dengan tindakan alias action. Apa mas joko dalam memilih kata-kata “sudahi” telah mempertimbangkan pula apa yang saya pikirkan ini, saya tidak tahu. Namun secara prinsip saya meng-amini apa yang dimaksud mas joko dengan stop dreaming start action.
Stop dreaming start action saya tangkap sebagai ide yang sangat membangun terutama dalam aksinya. Sejauh mana penjelasan tentang ide stop dreaming masih menjadi polemik dalam pikiran saya. Namun dengan dalih bahwa Stop dreaming means “sudahi”.Ok lah. Ide stop dreaming start action saya artikan secara pribadi yaitu “silahkan anda bermimpi namun segera wujudkan mimpi anda dengan tindakan”. Salut buat mas joko atas inspirasi stop dreaming start action.