Rumah Tropis Modern Tipe JEDDAH. 6×14,5m2. Bapak Nuryadi-Semarang

posting_perspektif-rumah-tipe-jeddah_bapak-nuryadi-semarang_620
Merencanakan rumah dengan lebar 6 meter selalu merupakan hal menarik bagi saya secara pribadi. Rasanya puas jika mendesain rumah lebar 6 meter namun berkesan rumah bagus atau cantik… namun ini relatif ya, sobat. Menurut saya bagus belum tentu menurut sobat sekalian. Namun yang terpenting bagaimana kita sebagai perencana rumah bisa memenuhi kebutuhan yang diinginkan pemilik rumah. Dalam posting ini kali saya ingi membahas konsep rumah yg berbasis rumah tropis modern yang saya beri nama tipe JEDDAH. Desain rumah yang dibangun di atas lahan berukuran 6×14,5m2 ini, sejatinya melanjutkan pekerjaan eksisting denah yg sudah terbangun oleh pemilik rumah. 

Lalu bagaimana tahapan berpikir konsep desainnya?.. pemicunya tentu adalah kebutuhan dari pemilik rumah itu sendiri. Secara prinsip pemilik rumah hanya mengharapkan adanya tambahan dua kamar di lantai dan satu kamar mandi, sehingga kita hanya perlu meletakan yang pas letak ruang ruang  ini dan bagaimana sebaiknya tangga akses ke lantai 02 diletakan. :)

Secara estetika, setidaknya ada tiga pertimbangan yang saya gunakan untuk menganalisa pengembangan denah semacam ini. Pertimbangan pertama tentunya adalah pola sirkulasi udara dan cahaya lantai 01 dan lantai 02 yang akan terjadi. Ini konsep rumah tropis khan?..dengan membangun lantai 02 tentu permasalahan yg timbul di  lantai 01 adalah limpahan cahaya yang semakin berkurang dan aliran udara semakin tak leluasa. Maka yang kita perlukan adalah membuat bukaan sebanyak mungkin di pelat lantainya. Areal yg saya pilih adalah pantry belakang untuk memberi sirkulasi udara kamar tidur utama lantai 01 lalu di antara pantry dan bukaan jendela kamar tidur utama saya beri estetika partisi dinding, bisa dari bata roster atau glassblock setinggi jendela kamar.

update-konsep-denah-rumah-tipe-jeddah_bapak-nuryadi

Selanjutnya adalah memanfaatkan bukaan tangga akses ke lantai 02. Posisi tangga sengaja saya kumpulkan segaris dengan pantry dan ruang makan untuk lebih menguatkan  aliran udara  dan cahaya di areal belakang yang nyatanya kurang diuntungkan dengan penambahan lantai 02. Sobat sekalian bisa mengekpos bagian depan tangga pada tampak rumah dengan bukaan jendela yang benar2 memiki akses terhadap cahaya dan udara. Ini juga memberi keuntungan fasad rumah kita agar tampil lebih modern dan cantik.

Pertimbangan ke dua, yaitu pola akses, ruang gerak serta batasan area pemilik rumah itu sendiri :D. Saya membaginya dalam areal kiri sebagai areal pribadi dan kanan sebagai  areal publik dan service. Sehingga kamar2 saya letakan pun di sisi kiri bangunan (kalau dilihat dari depan), dan akses menuju areal service saya letakan segaris tangga pula. Namun demikian seperti biasanya ciri khas rumah kecil, batasan ini masih tak nyata karena yang dimaksud terbentuk dari pola gerak pemilik rumah itu sendiri :). Setidaknya pola ini juga membantu menguatkan sirkulasi udara dan cahaya di kedua lantai bukan?

. .

Pertimbangan ketiga adalah grid struktur dan konstruksi yang sudah ada atau denah eksisting. Pertimbangan struktur sebaiknya memang dipertimbangkan agar pembangunan berjalan lebih efisien. Misalnya posisi kamar pun saya buat bertumpuk untuk meringankan beban struktur bangunan dan menyederhanakan pembalokan pelat lantai. Namun sesungguhnya ketiga pertimbangan ini adalah satu kesatuan agar menghasilkan estetika konsep desain paling menguntungkan serta seusai dengan kebutuhan pemilik rumah .:)

Kurang lebihnya saya mohon maaf ya,sobat. Karena ini didasarkan pemahaman konsep yang saya miliki saja. 😉

Semoga pemikiran saya dalam posting ini bisa jadi inspirasi dan membawa manfaat buat pembaca setia www.aguscwid.com. Salam persahabatan selalu ^_^

Tetaplah bersahaja dan kreatif ™ #aguscwid

 

 

 

aguscwid

Hai, saya Agus Cahyono. Full Time Blogger, House Designer & Sketchup Artist. "Tetaplah Bersahaja&Kreatif"™

More Posts - Website - Twitter - Facebook

Related Posts :