Konsep Rumah Tropis Tipe SHAUM. Ibu Rahmi. #15x30m2. #ramadhanseries

Konsep rumah tropis modern sepertinya akan menjadi trend tema posting saya di bulan yang penuh berkah ini (Ramadhan). Rumah tropis Tipe SHAUM ini sendiri merupakan rumah dari Ibu Rahmi, donatur www.aguscwid.com  di Bengkulu. Rumah yang rencananya dibangun di lahan 15×31 m2 ini memiliki posisi di tengah kavling, sedangkan lebar bangunan rumah ini sendiri hanya sebesar ± 11 meter saja. Dengan posisi tersebut, sepertinya  sirkulasi udara dan cahaya bukanlah masalah yang perlu dikhawatirkan.

Ketika kita memasuki rumah ini, kita tidak akan langsung menemui ruang tamu, namun sebuah ruang penghubung foyer . Ekslusifitas ruang tamu itu sendiri terjadi dengan sendirinya dimana akses  dan lalu lalang orang dari depan menuju ruang keluarga dan makan tidak perlu bersinggungan dengan kegiatan di ruang tamu semisal ada tamu yang berkunjung. Walaupun demikian rumah ini  memiliki akses samping dan di belakang untuk mobilitas penghuninya, maklum di tengah kavling. :)

Kegiatan ibadah sangat diperhatikan di rumah ini, tak heran selain ruang keluarga, ruang musholla menjadi kesan pertama ketika melewati foyer. Musholla juga harus menjadi tempat yang nyaman ketika penghuni melakukan ibadah sholat, so tempat wudhu juga disematkan di situ. Selanjutnya bunyi percikan air kolam ikan turut melengkapi suasana musholla yang bisa bermanfaat membantu ke-khusyukan kita dalam sholat. :)

Dengan luasan bangunan kurang lebih sebesar 140 m2, rumah ini memiliki 3 kamar yang secara teknis  ditata mengitari/mengelilingi musolla, ruang keluarga, ruang makan.  Dengan posisi bangunan di tengah, penataan semacam ini terkesan lebih dinamis untuk  mengakomodasi pola sirkulasi udara dan cahaya di sekitar rumah. Selanjutnya limpahan sinar matahari di pagi hari sepertinya menjadi sesuatu yang menarik karena bagian depan rumah akan terasa lebih sejuk pada sore hari, mengingat rumah ini menghadap ke arah timur :). Lalu, untuk mengurangi panasnya ruang makan pada sore hari, pemberian tanaman peneduh di areal belakang sangat diperlukan.

Bicara tentang fasad rumah, saya berusaha menampilkan dominasi pasangan batu alam di wajah depannya untuk mengurangi kesan sederhana yang banyak dimiliki kebanyakan rumah tropis. Dan semoga kesannya menjadi lebih elegan dan homey. Kanopi beton yang biasa menghiasi di atas jendela pada tampak rumah modern saat ini, tidak tampak pada rumah ini. Selain menghemat budget, saya berharap bisa mengembalikan fungsi tirisan atap  layaknya rumah tropis yang memang ditujukan untuk mengurangi limpasan air hujan.

Semoga ide-ide konsep desain rumah tipe SHAUM ini bisa menjadi inspirasi bagi sehabat sekalian. Terima kasih atas kebaikan Ibu Rahmi yang telah menjadi donatur dan berbagi di www.aguscwid.com.

“Tetaplah Sederhana & Kreatif”

 

aguscwid

Hai, saya Agus Cahyono. Full Time Blogger, House Designer & Sketchup Artist. "Tetaplah Bersahaja&Kreatif"™

More Posts - Website - Twitter - Facebook

Related Posts :