Saya tertarik membuat review tentang ide stop dreaming start action yang diangkat oleh jokosusilo.com dan saat ini stop dreaming start action menjadi tema dalam sebuah kontes SEO berhadiah total 25 juta. Kebiasaan untuk tidak bermimpi, tidak menunda-nunda dan lebih banyak melakukan aksi diyakini ampuh dalam menjalankan bisnis online. Lalu bagaimana kita bisa menerapkan stop dreaming start action ini dalam kebiasaan sehari-hari kita?
” Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah sesuatu melainkan sebuah perbuatan” (aristotle)
Rupanya juga tidak mudah bagi saya untuk menerapkan kebiasaan yang bernama aksi (action) ini, terlebih menghilangkan kebiasaan saya dalam bermimpi (dreaming). Hanya saya yakin tidak ada salahnya jika kita bermimpi inilah sumber kekuatan intuisi action kita, namun mungkin lebih asyik mimpi itu segera kenyataan alias sikap action lah yang mewujudkan mimpi kita.
Saya membaca refferensi buku STEPHEN R.COVEY yang berjudul 7 HABITS OF HIGHLY EFFECTIVE PEOPLE ( 7 Kebiasaan manusia yang sangat efektif) di buku ini dijelaskan bahwa kebiasaan merupakan faktor yang kuat dalam hidup kita. Karena konsisten, dan sering merupakan pola yang tak disadari, maka kebiasaan secara terus menerus, setiap hari mengekspresikan karakter kita dan menghasilkan efektifitas kita atau ketidakefektifan kita. Tidak heran menerapkan kebiasaan stop dreaming start action tidaklah mudah. Perlu melatih sebuah kebiasaan, sebuah proses dan tingkatan baru dalam berpikir.
Saya berasumsi bahwa kebiasaan stop dreaming start action merupakan bagian sikap proaktif yang merupakan bagian dari 7 kebiasaan manusia efektif yang dimaksud oleh STEPHEN R.COVEY karena action itu sendiri merupakan penjabaran dari sikap proaktif. 7 Kebiasaan manusia efektif tersebut adalah :
1. Jadilah proatif
2. Merujuk pada tujuan akhir
3. Dahulukan yang utama
4. Berpikir menang & menang
5. Berusaha mengerti terlebih dahulu baru dimengerti
6. Wujudkan sinergi
7. Asahlah.
Orang yang proaktif sendiri didefinisikan orang yang mampu bertanggung jawab atas hidupnya dan memiliki kebebasan untuk memilih dan bertanggung atas pilihannya, mereka tidak tidak menyalahkan keadaaan yang menimpa dirinya dan semua pilihannya digerakan oleh sebuah nilai untuk menghasilkan kerja yang berkualitas.
Kebalikan dari sifat ini proaktif adalah reaktif. Sikap reaktif ini digerakan oleh perasaan, oleh keadaan, oleh kondisi, oleh lingkungan mereka. Jadi ciri-ciri orang seperti ini, ia akan mengatakan “ tidak ada yang dapat saya lakukan karena alasan bla.bla….”. Bandingkan bila ia berkata “ Mari kita lihat alternatif yang kita miliki…” tentu akan lebih baik.
stop dreaming start action merupakan sikap proaktif karena sikap lebih memilih untuk menyudahi berlama-lama dengan mimpi kita dan melanjutkan dengan sebuah aksi untuk mewujudkannya. Berlama-lama dengan mimpi kita akan membuat kita larut dalam perasaan yang berujung pada tidak segeranya kita membuat tindakan alias reaktif, lalu pada saat kita bertanya pada diri kita sendiri kapan kita akan mewujudkannya, maka kita akan membuat dalih “saya belum bisa mewujudkan bisnis ini karena, bla.bla…” Bayangkan bila diri kita berkata “ Ok, saya segera bertindak”, maka dengan sendirinya kita akan berbuat banyak untuk tujuan kita. Karena sebetulnya sikap reaktif justru akan melemahkan kita sendiri.
Kebiasaan memiliki tarikan gravitasi besar sekali. Bayangkan kita mematahkan kebiasaan kita ang sudah tertanam dalam diri kita, misalnya seperti senang menunda-nunda, tidak sabar, mencela dan lain-lain. Saya bertanya pada diri saya sendiri, mampukah saya menerapkan kebiasaan stop dreaming start action ini. Perlu energi besar, kemauan keras untuk merubahnya, namun hasilnya adalah dimensi dan tingkatan baru dalam berpikir kita. Ini yang dinamakan sebuah perubahan.
Mungkin bila saya simpulkan dengan mengacu buku STEPHEN R.COVEY yang berjudul 7 HABITS OF HIGHLY EFFECTIVE PEOPLE, ada salah satu cara melatih kebiasaan stop dreaming start action yaitu berusaha mendengarkan bahasa kita karena bahasa kita adalah indikator yang sangat riil mengenai tingkatan kita memandang diri kita sebagai orang yang proaktif.
| Bahasa yang reaktif | Bahasa Proaktif |
| Saya tidak bisa menjalankan bisnis ini | Mari kita lihat alternatif yang kita miliki |
| Saya terpaksa menjalankan bisnis ini | Saya memilih bisnis ini |
| Saya tidak bisa mencari keuntungan dalam bisnis ini | Saya memiliki pilihan banyak untuk mencari keuntungan dalam bisnis ini |
| Saya harus | Saya lebih suka |
Semoga bermanfaat.
Related Posts :
Salut buat mas joko susilo (jokosusilo.com) yang saat ini menggelar kontes SEO berhadiah total ...
Stop dreaming start action adalah jargon yang sudah tidak asing bagi lagi saya, karena jargon in ...
Sejak mengenal bisnis online internet, saya selalu bertanya bagaimana bisnis internet ini bisa m ...




















