Archive for April, 2009

Menggambar harus pakai AutoCAD?

Posted 29 Apr 2009 — by aguscwid
Category Artikel
AutoCAD merupakan software drafting paling populer di kalangan orang teknik. Software yang identik dengan Autodesk ini memiliki kelebihan-kelebihan yang memang diharapkan oleh pengguna dari kalangan teknik, misalnya seperti teknik mesin, teknik sipil, dan teknik arsitektur. Kelebihan yang nyata dirasakan para penggunanya saat ini adalah:
  1. Memiliki tingkat akurasi gambar yang tinggi,
  2. Operasional yang mudah. Tidak memerlukan waktu lama untuk menguasai software ini.
  3. Memiliki fitur dan fasilitas sangat lengkap untuk keperluan menggambar. Terutama gambar teknik,
  4. Proses editing gambar yang lebih cepat,
  5. Terdokumentasi secara rapi di komputer, bukan dalam bentuk gulungan-gulungan kertas.

Hampir semuanya produk desain saya di hasilkan dari software ini, sangat sulit bagi saya melakukan pekerjaan desain tanpa menggunakan software ini.

Namun perlukah software ini perlu kita miliki untuk keperluan perencanaan dan desain rumah kita?Sebelumnya saya menggambar secara manual untuk kepentingan perencanaan desain, namun pekerjaan revisi atau perubahan-perubahan yang harus saya lakukan, membuat pekerjaan saya semakin lama dan melelahkan. Itu yang saya rasakan. Jadi saya memang memerlukan software ini. Mungkin anda punya pengalaman lain?

Sayangnya software ini dibandrol dengan kisaran harga $1.000. Harga yang masih sangat mahal, apalagi untuk pengguna perorangan seperti saya ini. Mengingat mahalnya software ini, maka bajakannya pun banyak beredar di kalangan masyarakat kita.

Satu hal yang menjadi perhatian saya, bahwa gambar yang dihasilkan autoCAD ternyata tidak secantik yang dihasilkan oleh tangan kita (manual). Gambar akan memiliki kesan seni dan terasa lebih hidup bila digambar secara manual. Namun seiring dengan pengalaman kita dalam menggunakan AutoCAD, saya yakin hal itu bisa dipenuhi.

Desain rumah berkamar banyak di lahan 10x26m2

Posted 11 Apr 2009 — by aguscahyono
Category Design, Free Design, Rumah Tinggal

Rumah ini direncanakan pada lahan berukuran 10×26 m. Dengan kebutuhan utama ruangan berupa 4, kamar tidur (1 kamar tidur + km / WC), dapur, kamar pembantu, dll. Rumah ini direncanakan untuk satu lantai.

Denah rumah tinggal 10x26
Semoga bermanfaat.

Model Rumah Tinggal dan Rumah Kost di atas Lahan 10,5×28 m2

Posted 09 Apr 2009 — by aguscwid
Category Free Design, Free Rumah Kost

Membangun rumah kost adalah bisnis yang lumayan menguntungkan, terutama di kawasan pendidikan seperti kampus atau sekolah. Model denah rumah kost ini berdiri di atas lahan berukuran 10,5×28. Rumah kost ini memiliki 2 fungsi huniaan yaitu sebagai rumah tinggal di lantai satunya dan kamar kost diletakkan di lantai 02. Namun bukan tidak mungkin lantai satu digunakan untuk fungsi kamar kost di masa mendatang.

Tips Membangun Rumah Kost :

  1. Ada hal satu hal penting yang sering terlupa dalam merencanakan rumah kost yaitu lahan parkir. Buatlah lahan parkir yang relatif luas, minimal sama dengan jumlah penghuni. Ini untuk menaikan nila jual rumah kost anda.Saat ini hampir setiap orang telah memiliki kendaraan bermotor. Adalah wajib kita mempertimbangkan hal ini dalam desain rumah kost kita.
  2. Berikan fasilitas dapur, yang memungkin penghuni kost dapat melakukan aktivitas dapur
  3. Perhatikan sirkulasi udara terutama untuk lahan-lahan memanjang. Berilah “bukaan” berupa taman. Jangan hanya demi keuntungan anda memaksimalkan seluruh lahan untuk hanya kamar saja. Ini juga membuat minat penghuni bertambah terhadap rumah kost anda
  4. Perhatikan perbandingan antara jumlah kamar mandi+wc dengan jumlah penghuni. Idealnya 1 kamar mandi/wc untuk 2-3 orang (namun ini terserah anda, melihat luasaan lahan yang ada).
  5. Berikanlah tempat menjemur yang memadai untuk kebutuhan penghuni kost.
  6. Adanya ruang televisi juga bisa menambah keakraban sesama penghuni kost. Tidak salah bila hal ini menjadi patut untuk dipertimbangkan.
  7. Ruang Ibadah akan menjadi nilai plus bagi rumah kost anda.
  8. Ruang gudang bisa menjadi pertimbangan, bila memang diperlukan

Sebetulnya banyak hal yang kita pertimbangkan untuk membuat rumah kost tidak sekedar nyaman untuk ditinggali namun bernilai jual lebih tinggi. Semoga bermanfaat

Penutup Carport Rumahku

Posted 08 Apr 2009 — by aguscahyono
Category Artikel

Akhirnya selesai juga penutup carport rumahku. penutup atap carport ini berukuran 3 x 5 m2 mampu diselesaikan dalam kurun waktu 2 minggu 3 hari.


Saya memilih menggunakan material kayu daripada menggunakan besi, dengan pertimbangan anggaran yang saya punya. Harga di pasaran saat ini untuk sebuah pekerjaan penutup carport (awning) dari bahan besi (wilayah malang) adalah Rp. 300.000 s/d Rp. 500.000,- tergantung model dan pemilihan penutup atap. Kebetulan saya hanya menghabiskan Rp. 195.000 per m2 dengan menggunakan kayu jenis kembang (kayu jawa) dan material penutup atap dari bahan fiber yang relatif murah (no merk) yang saya beli hanya Rp. 25.000 per m’ . Kualitas bahan penutup ini sedikit mengecewakan karena selain tipis, bahan ini sangat rentan terhadap suhu, sehingga permukaannya mudah mengkerut dan mengencang.

Model? tidak ada yang istemewa dari desain awning ini. Saya hanya coba menyelaraskan dengan fasad rumah yang ada. Aksesoris kayu-kayu yang ditata secara horisontal sebetulnya mengikuti pasangan batu sisir yang sudah ada fasad rumah, sehingga ada kesinambungan tema rumah. Penutup atapnya saya cat berselang seling, dengan harapan adanya kesan bayangan gelap terang di siang hari. Ide ini lewat begitu saja dalam pikiran saya. Hasilnya? seperti yang saya harapkan. Syukurlah.


Warna ? saya sangat menyukai kombinasi warna hitam dan putih, yang menurut saya lebih mendekati dengan kesan natural (warna batu), kesan kuat dan kokoh. Namun anggapan ini bersifat subyek karena tiap orang berbeda menafsirkannya. Hanya komposisi warna yang tepat menghasilkan penafsiran yang kita harapkan. Bagaimana kita tahu itu tepat? anda jawab sendiri

Bagaimanapun secara umum, saya puas dengan hasil pekerjaan saya, baik desain dan anggaran yang saya rencanakan.Semoga pengalaman saya ini bermanfaat.

Langkah kecil untuk mencegah banjir di lingkungan rumah kita

Posted 05 Apr 2009 — by aguscwid
Category Artikel

Pernah anda berpikir mengapa air bisa meluap di jalanan dan menjadi banjir ketika hujan turun, padahal di samping jalan terdapat saluran air yang bisa menampungya? Banyak kajian yang harus kita bahas untuk menjawab mengapa hal itu bisa terjadi lagi, dan bahasan tentang banjir memerlukan kajian areal yang yang luas seperti kota. Contohnya masalah banjir di Jakarta. Komplit bukan!
Secara teori air hujan yang jatuh di permukaan bumi akan terpecah menjadi 2 jenis aliran yaitu :
1. Air permukaan (yang terlihat secara fisik oleh kita aliran tersebut), yang kedua air hujan akan meresap ke dalam tanah menjadi air tanah. Aliran ini memerlukan pegelolaan seperti pembuatan saluran air kota yang sering anda lihat, yang nantinya akan dibuang ke saluran yang lebih besar dalm hal ini sungai
2. Air meresap ke dalam tanah sehingga menjadi air tanah.
Pertanyaanya bagaimana komposisi atau perbandingan antara keduanya mana kala air hujan jatuh ke sesuatu permukaan? Tiap permukaan atau media yang menerima air hujan memiliki daya serap yang berbeda karena sifat material. Permukaan tanah pasti memiliki daya serap yang jauh lebih baik dibandingkan dengan permukaan paving stone. Bahkan jenis tanah yang berbedapun menghasilkan daya serap yang berbeda. Nah, begitu daya serap permukaan adalah kecil, maka air akan melimpah menjadi air permukaan.
Masalah nyata di kota-kota besar adalah sedikitnya jumlah permukaan tanah yang memiliki penyerapan air yang baik karena tertutup oleh bahan beton atau jalan sebagai dampak adanya pembangunan. Sehingga bisa dipastikan begitu banyak limpahan air permukaan yang harus dikelola. Jumlah air permukaan yang lebih banyak dari saluran penampung membuat air permukaan tidak tertampung secara benar hingga melimpah ke jalan bahkan membentuk genangan. Inilah salah satu fenomena yang kita kenal dengan banjir.
Lalu apa yang bisa kita bisa perbuat guna mencegahnya? Sebagai perencana rumah saya berpendapat ada hal kecil yang yang bisa lakukan di dalam merencanakan rumah tinggal kita. Sebagaimana yang saya jelaskan di atas, bahwa di kota-kota besar jumlah permukaan yang memiliki daya serap air semakin sedikit akibat pembangunan. Janganlah anda menjadi salah satu orang yang membuatnya semakin sedikit :) .
1. Gunakan bahan paving stone untuk lahan parkir anda atau bahan/material yang memiliki daya serap yang baik, jangan tutup dengan beton atau bahan-bahan material yang membuat air yang tidak terserap ke tanah di lingkungan rumah anda.
2. Rencanakanlah instalasi saluran air buangan dan air hujan dengan baik. Buatlah sumur resapan air hujan (bagaimana cara membuatnya, anda bisa membaca posting mas robbi cahyadi di link berikut ini : http://robbicahyadi.wordpress.com/2009/01/19/membuat-sumur-resapan/). Gunakan prinsip konservasi (perlindungan air bawah tanah), biarkan air meresap ke tanah anda, sehingga tidak terbuang percuma ke saluran kota. Dengan ini anda juga membantu mengurangi beban saluran air kota, yang pada akhirnya merupakan langkah kecil kita mencegah banjir.
3. Buanglah sampah pada tempatnya.jangan buang di saluran air kota atau sungai-sungai
Semoga informasi yang sedikit ini bermanfaat dan menambah kepedulian kita tentang cara membangun yang berwawasan lingkungan.